Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Rabu, 29 Maret 2023

DAMPAK TRADISI PADUSAN TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN DI UMBUL TLATAR BOYOLALI


Pedagang kaki lima berjualan di sekitar Umbul Tlatar, Boyolali.
Editor: Rizky Wahyu N, Sofi'ah Irwan SP, Wina Ristiana D.



Boyolali - Tradisi padusan di Umbul Tlatar, Boyolali berlangsung selama 2 hari dimulai pada hari Selasa (21/03/23). Tradisi padusan ini dilaksanakan untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Umbul Tlatar merupakan salah satu tempat yang dipakai masyarakat untuk melaksanakan padusan.

Sampah yang berserakan di sekitar Umbul Tlatar, Boyolali.

Umbul Tlatar dipadati oleh pengunjung dan pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar umbul tempat para pengunjung melakukan padusan. Kurangnya kepedulian pengunjung dan pedagang terhadap lingkungan, kawasan Umbul Tlatar dipenuhi oleh sampah yang berserakan. Sampah dari pengunjung dan pedagang tersebut dibuang sembarangan, sehingga kawasan umbul Tlatar terlihat kotor. Sampah yang banyak ditemukan berupa botol plastik,sedotan plastik,dan kantong plastik. 


Padahal, sudah disediakan tempat sampah agar para pengunjung dan pedagang tidak membuang sampah sembarang. Namun sayangnya, karena kurangnya kepedulian pengunjung dan pedagang terhadap lingkungan,sampah yang dihasilkan dibuang sembarangan. Diharapkan masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan,sehingga lingkungan tidak kotor dan tetap terjaga.

Kamis, 19 Januari 2023

Cerpen

 Mengajarkan tentang Bersikap Rendah Hati

Ada seorang anak bernama Fitri, dia merupakan murid kelas 6 SD yang sangat pintar dan baik hati. Di sekolah sangat banyak teman yang menyukainya karena sikapnya tersebut. Tidak jarang, semua ingin berteman dengan Fitri. Ada lagi anak perempuan bernama Ita, ia berbanding terbalik dengan Fitri. Ia pintar namun sangat sombong. Temannya hanya dua yaitu Lisa dan Lily, gadis kembar di sekolahnya.

Suatu hari, Ibu guru mengumumkan bahwa akan ada perlombaan membaca pidato dua minggu lagi. Bu Yati selaku wali kelas 6 membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin ikut seleksi. Fitri dan Ita jelas ikut berpartisipasi. Setiap hari mereka selalu latihan membaca pidato agar lolos seleksi. Sampai hari penyeleksian tiba, keduanya memberikan tampilan yang memukau lalu dinyatakan lolos.

Saat hari perlombaan tiba, Ita terus saja membanggakan dirinya, menyatakan bahwa pasti ia akan juara. Sebab sebelumnya dia juga pernah menjadi juara waktu kelas 5 SD di lomba pidato. Berbeda dengan Fitri, ia tidak henti-hentinya berdoa dan berlatih, mencoba menghafal kembali teks pidato. Ita pun dipanggil lebih dulu, sang juara kelas 5 SD kini mendadak lupa teks pidato yang sudah dihafalnya.

Setelah itu, Fitri maju dan memberikan penampilan yang sangat bagus. Semua juri kagum termasuk Bu Yati yang saat itu datang untuk menemani mereka lomba. Pengumuman pun tiba, Fitri keluar menjadi juara 1 sedangkan Ita harus menahan air matanya karena dia tidak menang sama sekali. Cerpen pendidikan ini mengajarkan kita bahwa harus menjadi orang yang rendah hati dan jangan sombong.

DAMPAK TRADISI PADUSAN TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN DI UMBUL TLATAR BOYOLALI

Pedagang kaki lima berjualan di sekitar Umbul Tlatar, Boyolali. Editor: Rizky Wahyu N, Sofi'ah Irwan SP, Wina Ristiana D. Boyolali  - Tr...